Setelah peserta selesai mengikuti bimbingan Tahsin 1 (Tahsin Dasar) selanjutnya peserta yang telah lulus akan mengikuti bimbingan tahsin 2 (Tahsin Lanjutan). Sedangkan yang belum lulus harus mengulang di Tahsin Dasar.

Materi pembelajaran dimulai dengan pendalaman bab makhraj huruf. Pada praktinya, peserta mengucapkan huruf-huruf yang sudah digabung dengan huruf lain yang dalam pengucapannya disertai nada khusus.

Pada pertemuan berikutnya peserta akan belajar tentang bacaan yang harus dibaca tebal atau tipis, seperti saat membaca:

  • Huruf ‘ra’. Pada kondisi bagaimana ra harus dibaca tebal? Nanti akan dijelaskan bahwa ra harus dibaca tebal dalam 6 kondisi (syarat)
  • Huruf ‘ra’ yang dibaca tipis. Pada kondisi bagaimana ‘ra’ harus dibaca tipis..
  • Huruf ‘ra’ yang boleh dibaca tebal dan boleh dibaca tipis
  • Huruf lam yang harus dibaca tebal, bagaimana contohnya?
  • Gunnah pada nun atau tanwin yang harus dibaca tebal

Selanjutnya akan dipelajari Bab Alif di Akhir Kata. Bagaimana alif di akhir kata jika dibaca lanjut (washal) atau saat berhenti (waqaf). Atau huruf yang dianggap tidak ada.

Materi berikutnya adalah Bab An-Nabr. Apa yang dimaksud dengan an-Nabr? Huruf-huruf dan keadaan bagaimana yang harus dibacan dengan an-Nabr? Semua akan dipelajari di Tahsin Lanjutan.

Bab berikutnya yang akan dipelajari peserta adalah tentang bacaan di Luar Kaidah. Dalam al-Quran ada pengecualian beberapa bacaan yang dibaca tidak sesuai dengan kaidah. Apa saja? Semua akan diketahui setelah peserta mengikuti bimbingan Tahsin Lanjutan ini.

Setelah itu akan dipelajari juga bacaan-bacaan khusus. Misalnya hurf shad dibaca sin, dll; imalah, tashil, naql, dhadh dibaca fathah atau dhammah, saktah yang hanya ada di ayat dan surah tertentu. Nun Iwad juga akan dipelajari di program tahsin lanjutan.

Materi selanjutnya yaitu tentang Bab Waqaf. Waqaf termasuk pembahasan yang sangat penting dalam ilmu tajwid. Akan dipelajari juga pembagian waqaf dan contoh-contohnya.